SMP Luqman Al Hakim kelas putri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan Studi Ekskursi bertema Refresh Spiritual Intelligence, bertempat di Eco Green Park, Kota Batu, pada Kamis, 23 Januari 2025. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik kelas 7-8 dan didampingi para guru serta panitia ini bertujuan memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan sosial, dan memberikan pengalaman nyata dalam pembelajaran di luar kelas.
Ketua panitia, Ustadzah Alifah, menjelaskan bahwa studi ekskursi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga alam serta membangun motivasi belajar melalui pengalaman langsung. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkaya pengetahuan, mengembangkan keterampilan sosial, dan meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap lingkungan,” ujarnya.
Eco Green Park: Destinasi Edukasi Ramah Lingkungan
Dipilihnya Eco Green Park sebagai destinasi bukan tanpa alasan. Ustadzah Alifah menyebut bahwa lokasi ini merupakan kawasan wisata edukasi yang memiliki fasilitas lengkap seperti kawasan konservasi, pusat edukasi, dan wisata alam. Selain itu, Eco Green Park dikenal dengan konsep ramah lingkungan, program pengembangan masyarakat, dan komitmennya terhadap pendidikan lingkungan. Tidak heran jika tempat ini telah memperoleh pengakuan berupa sertifikasi ISO dan penghargaan pariwisata.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat penjelasan dari dua narasumber Eco Green Park. Pak Kandar mengawali sesi dengan sejarah berdirinya Eco Green Park yang kini dikenal sebagai Eco Interaktif. “Eco Green Park didirikan oleh Pak Sastro pada tahun 2011, dan kini bertransformasi menjadi Eco Interaktif untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih modern dan menarik,” ungkapnya.
Sementara Pak Adi, yang bertugas di stand biogas, memaparkan tentang proses pembuatan biogas yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu. “Stand biogas ini mulai dibangun sejak 2015, bersamaan dengan berdirinya Eco Green Park. Kami berharap para peserta didik bisa memahami pentingnya teknologi ramah lingkungan ini,” katanya.

Integrasi dengan Kurikulum Sekolah
Kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung kurikulum pembelajaran di SMP Luqman Al Hakim. Dengan mempelajari metode pembelajaran yang inovatif dan efektif di lapangan, guru dan peserta didik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kegiatan seperti ini membantu peserta didik memahami teori yang diajarkan di kelas melalui pengalaman praktis,” tambah Ustadzah Alifah.
Pengalaman yang Membentuk Karakter
Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan Studi Ekskursi ini memberikan banyak manfaat tambahan bagi peserta didik. Mereka diajak untuk menghadapi tantangan di lapangan, mengambil keputusan secara mandiri, dan membangun komunikasi yang efektif dengan teman-teman sekelompok. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswi serta kemampuan mereka dalam berpikir kritis.
“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya belajar banyak hal baru, terutama tentang bagaimana lingkungan bisa dijaga dengan teknologi sederhana seperti biogas,” ujar Ola, salah satu peserta.
Refleksi
Studi ekskursi ini diakhiri dengan sesi refleksi, di mana peserta didik diminta untuk berbagi pengalaman mereka selama kegiatan. Banyak dari mereka mengaku antusias karena mendapatkan banyak hal baru yang tidak mereka temui di dalam kelas.
“Kami senang bisa belajar sambil bermain di Eco Green Park. Ternyata menjaga lingkungan itu penting dan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” ujarTsania, salah satu peserta.
Dengan tema Refresh Spiritual Intelligence, Studi Ekskursi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga upaya untuk membangun kesadaran spiritual peserta didik dalam menghargai dan menjaga alam. SMP Luqman Al Hakim membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di alam terbuka yang penuh dengan inspirasi. Ke depan, sekolah ini berharap dapat terus mengadakan program serupa di masa depan untuk membekali peserta didik dengan pengalaman yang bermanfaat dan relevan dalam kehidupan mereka. Studi ekskursi ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak harus terbatas di ruang kelas, tetapi juga bisa dilakukan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. (aka)